Megger Test pada Motor

Megger test adalah istilah umum yang pada dasarnya digunakan untuk menyebutkan Insulation Resistance test atau kadang juga disebut Mega Ohm Meter. Tujuan utama dari megger test ini adalah untuk mengetahui kondisi sebuah isolasi listrik. Pengembangan dari metode ini menghasilkan beberapa jenis test misalkan polarization index (PI) test serta dielectric absorption ratio (DAR).   Lebih lanjut lagi, kedua metode tersebut dapat digunakan untuk mengetahui sebab dari memburuknya kondisi insulation. Test-test ini akan saya bahas pada postingan yang lain.

Megger test ini digunakan untuk mengetahui kondisi isolasi, misalnya antara fasa dan ground atau isolasi antar fasa. Secara teori, untuk mengetahui kondisi isolasi maka parameter yang digunakan adalah resistansi. Seperti yang kita ketahui, resistansi adalah tegangan/arus.  Nah, resistansi yang baik umumnya berkisar Mega Ohm hingga Giga Ohm. Karena nilai resistansi yang besar tersebut, maka tegangan yang juga diinjeksikan oleh alat megger ini haruslah besar. Tegangan yang digunakan adalah tegangan DC. Besarnya tegangan yang diinjeksikan oleh alat megger test tergantung pada tegangan operasional peralatan yang akan ditest. Tabel berikut dapat menjadi panduan untuk menentukan tegangan standard untuk injeksi.

Contoh Alat Megger Test

Sebuah alat megger umumnya terdiri dari sebuah kabel positif, kabel negatif dan guard. Guard digunakan sebagai pengaman untuk bagian dari peralatan yang tidak sedang ditest. Sebagai contoh, untuk mengetahui kondisi isolasi phase-ground dari sebuah motor listrik maka prosedurnya adalah sebagai berikut :

  1. Hubungkan kabel positif pada stator winding
  2. Hubunkan kabel negative pada bodi motor
  3. Atur tegangan injeksi. Untuk motor tegangan rendah (380 V) umumnya menggunakan tegangan injeksi 500 Volt kemudian injeksi
  4. Nilai resistans isolasi kemudian akan terbaca pada alat megger test
  5. Setelah selasai melaksanakan test, discharge muatan sisa dengan menggunakan grounding tools agat tidak terjadi sengatan listrik

Untuk mengetahui kondisi isolasi listrik dari megger test ini maka digunakan beberapa standard. Untuk motor listrik, berdasarkan pengalaman saya di industry oil and gas, menggunakan IEEE 43.

IEEE 43 merupakan standard yang sangat lengkap karena membahas tentang teori insulation, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran insulation resistance test, standard insulation resistance test serta mitigasi apabila hasil megger rendah. Secara teoritis, pada saat melakukan megger test ini, akan mengalir beberapa arus sesuai dengan gambar berikut :

Komponen Arus yang Mengalir pada Saat Megger Test

Arus leakage adalah arus yang mengalir pada permukaan equipment yang sedang ditest. Umumnya arus leakage ini muncul akibat kondisi permukaan yang tidak bersih. Arus kapasitansi dan absorbance adalah arus yang akan muncul pada awal test megger kemudian akan hilang. Arus ini muncil akibat karakteristik kapasitansi dari sebuah isolasi.

Berdasarkan IEEE 43, megger test atau insulation resistance test sangat dipengaruhi oleh beberapa kondisi berikut :

1. Kondisi surface dari peralatan

Kondisi surface yang tidak bersih atau lembap akan menyebabkan meningkatnya konduktivitas dan mengalirnya leakage current. Kondisi ini akan menyebabkan menurunnya nilai insulation resistance test

2. Kelembapan

Kelambapan juga akan meningkatkan konduktivitas sehinga menyebabkan menurunnya nilai resistance test

3. Temperature

Secara teori, peningkatan temperatur akan menyebabkan peningkatan pergerakan elektron sehingga menyebabkan meningkatnya konduktivitas dan menurunnya nilai insulation resistance. Megger test sebaiknya dilakukan pada temperatur ambient (30 C- 40 C). Apabila temperature di atas itu, maka harus dilakukan koreksi ke temp 40 C menggunakan persamaan berikut :

Rc = Kc.Rt

Rc adalah nilai insulation resistance yang telah dikoreksi pada temperature 40

Kc adalah faktor koreksi berdasarkan gambar berikut. Jadi sebagai contoh

megger test

Koefisien Kc

Sedangan Rt adalah pengukuran insulation resistance test pada temperature yang akan dikoreksi.

Standard untuk pengukuran nilai megger diberikan oleh beberapa standard tergantung pada equipment. Misalnya untuk motor menggunakan IEEE 43 seperti yang telah dijelaskan di atas, transformer menggunakan ANSI C57.012 sedangkan untuk kabel dapat menggunakan IEEE 525. Standard tersebut akan saya jelaskan di postingan yang lain. Untuk standard insulation resistance test pada motor berdasarkan IEEE 43 dapat dilihat pada tabel berikut :

megger test

Standard Test Megger

Demikianlah postingan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat. Apabila terdapat pertanyaan dapat menghubungi saya.

 

Share

You may also like...