Nameplate Motor Listrik

Nameplate motor listrik merupakan sesuatu yang amat penting untuk memahami spesifikasi motor listrik. Motor listrik merupakan salah satu komponen utama dalam sistem distribusi ketenagalistrikan di industri. Menurut pengalaman saya, motor listrik mengkomsumsi 70% dari sumber daya listrik di dalam sebuah industri. Motor listrik memainkan peranan penting dalam menjalankan sebuah proses industri mulai dari menggerakan pompa proses, kompressor, aktuator valve, penggerak crane dll.

Oleh karena itu, perlu pemahaman yang baik terkait motor listrik. Posting kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang nameplate  motor listrik dan pada postingan selanjutnya saya akan membahas tentang spesikasi teknis pada motor listrik : misalnya ingress protection, perlindungan terhadap lingkungan dan cooling system, proteksi, serta frame size untuk IEC standard motor listrik. Pada posting ini juga saya akan memberikan penjelasan nameplate pada salah satu jenis motor dari fabrikan Baldor yang umum digunakan di industri oil and gas. Sebagai referensi, saya menggunakan IEC 60034, IEEE 841, API 541 dan API 547.

nameplate motor listrik

Nameplate Motor Listrik

Motor tersebut adalah motor yang digunakan di salah satu fasilitas oil refinery sehingga spesifikasinya sedikit berbeda dengan motor yang digunakan untuk industri non- oil and gas.

1. Hp (horsepower) menyatakan kapasitas output pada motor. Beberapa literatur juga menyebut sebagai shaft power. Selain hp, untuk menyatakan ukuran kapasitas output dapat menggunakan kW. Konversinya adalah 1 hp = 0.746 kw.
2. rpm menyatakan kecepatan rotasi per menit. Rumusnya adalah 120/f x pole
3. volt, ph, dan frekuensi menyatakan tegangan rating, sistem 3 fasa dan frekuensi 50 Hz dari jala-jala pada motor tersebut
4. Amps menyatakan full load ampere atau besar arus pada beban penuh
5. Class of insulation menyatakan besar temperature rise serta temperature maksimum yang diinjinkan pada winding motor. Untuk winding class F maka temperature maksimum pada winding adalah 155 C
6. Motor wt menyatakan bobot dari motor tsb
7. SF atau service factor menyatakan kemampuan pembebanan motor maksimum yang masih dapat diijinkan. Misalnya pada name plate tersebut tertera serf factor 1.15 artinya motor tersebut masih dapat diinjinkan untuk dibebani sebesar 1.15 x 25 hp = 28,75 hp. Meskipun demikian, pemakaian di atas kapasitas 100 % dari motor induksi harus dihindari karena menurunkan efisiensi serta memperpendek usia dari motor tersebut
8. ABMA DE BRG menyatakan jenis bearing yang digunakan pada sisi drive end (sisi motor yang terkouple dengan load). ABMA (American Bearing Manufacturer Association) adalah standard bearing di Amerika.
9. ABMA NDE BRG menyatakan jenis bearing yang terpasang pada sisi non-drive end (sisi motor yang tidak terkouple dengan load)
10. ENCL menyatakan jenis enclosure yang digunakan pada motor tersebut. Motor tersebut menggunakan enclosure tipe TEFC (totally enclose fan cooled) yang di-adopt dari standard NEMA MG-1. TEFC artinya enclosure tertutup rapat (IP 55 berdasarkan IEC 60529) dan untuk metode pedingin menggunakan fan (IPW 611 berdasarkan IEC 60034)
11. pF menyatakan power factor pada motor. pF menyatakan perbadingan daya reaktif, daya aktif dan daya total pada saat motor dibebani
12. Efficiency menyatakan perbandingan antara daya output/daya input. Efisiensi ini tergantung pada pembebabanan. Umumnya efisiensi berada pada titik tertinggi pada pembebanan sekitar 80%.
13. Pada name plate juga terdapat jumlah rotor bar dan jumlah stator bar. Hal ini menandakan bahwa jenis stator dari motor ini adalah slot bars.
14. Class I Div 2 dan class I zone 2 menyatakan classified hazardous area. Untuk lebih memahami tentang classified hazardous area dapat mengunjungi posting saya sebelumnya.

http://portal-listrik.com/electrical-standard/hazardous-area-classification/

15. Space heater adalah salah satu komponen dalam motor yang berfungsi sebagai de-humidifier atau penghilang kelembapan. Kelembapan yang berlebih dalam motor akan mengurangi kekuatan isolasi. Pengaruh kelembapan pada kualitas isolasi juga telah saya bahas pada posting ini

http://portal-listrik.com/electrical-standard/hazardous-area-classification/

16. IEEE 841 merupakan standard yang digunakan untuk motor-motor di area oil and gas dengan kondisi lingkungan yang ekstrem, yaitu kondisi lingkungan yang korosif, salty (kandungan garam tinggi), memiliki banyak kandungan kimia dan memiliki tingkat uap air yang tinggi.

Berikut namelate pada motor listrik merk Fuji yang juga digunakan untuk aplikasi oil and gas.

Nameplate Motor Llistrik

Nameplate Motor Listrik

Pada name plate motor Fuji, terdapat beberapa hal yang tidak terdapat pada nameplate motor Baldor sebelumnya, antara lain :

1. Is yang menyatakan arus starting sebesar 600% atau 6 kali dari arus full load. Motor membutuhkan arus starting yang besar pada saat start untuk menciptakan torsi awal yang besar.

2. Ts menyatakan torsi starting sebesar 200 % dari torsi pada kondisi full load.

3. Motor Fuji tersebut juga menyertakan jenis grease yang digunakan untuk pelumasan bearing beserta jumlah grease yang digunakan tiap interval waktu (2000 h).

4. Motor Fuji tersebut comply dengan standard IEC 60034 sehingga motor tersebut tidak didesain untuk kondisi enviroment yang extreme seperti halnya motor Baldor di atas.

Demikianlah postingan dari saya tentang nameplate motor listrik apabila ada pertanyaan silahkan menuliskannya pada kolom komentar.

Share

You may also like...